Orang Terkaya No.9 di Indonesia Yang masih pakai handuk bolong!

Orang Terkaya No.9 di Indonesia Yang masih pakai handuk bolong! – Orang Terkaya No.9 di Indonesia Yang masih pakai handuk bolong!

 

Mochtar Riady

Lahir tanggal 12 mei di Malang tahun 1930,(91 tahun) lalu. Hidupnya sangat sengsara saat kecil, ibunya meninggal saat Mochtar berusia 9 tahun,belum lagi kondisi ekonomi keluarganya juga saat itu terbilang miskin.

Tapi karena ia berani untuk bermimpi besar,saat ini Mochtar tercatat sebagai orang terkaya no.12 di Indonesia versi forbes dengan kekayaan mencapai 2,1 miliar USD atau setara dengan 31,3 triliun rupiah.

Masa Kecil yang Berat

Mochtar lahir saat Indonesia sedang dijajah Belanda. Di usianya yang masih 9 tahun ibunya meninggal karena minimnya fasilitas kesehatan. Kemudian di umur 11 tahun, ada pergantian penjajahan dari Belanda ke Jepang yang membuat ayahnya ditangkap dan dipenjarakan karena dianggap bagian dari gerakan Anti Jepang di Cina.

Bahkan di Umur 18 tahun, Moctar ditanggakp pemerintah Belanda karena menentang pembentukan Negara Indonesia Timur dan dibuang ke cina.

Cita-Cita Jadi Bankir

Dari umur 10 tahun, Mochtar bercita-cita jadi seorang bankir. Alasanya, setiap berangkat sekolah, ia selalu melewati gedung megah yang jadi kantor Nederlandsche Handel Bank (NHB) dan ngeliat pegawai bank yang pakaiannya rapi dan keliatan sibuk.

Meskipun setelah kembali ke Indonesia dan menikah dengan Suryawati Lidya ia berhasil memajukan toko mertuanya jadi yang terbesar di kota jember. Ia tetap nekat pergi ke jakarta untuk menggapai mimpinya,tanpa restu dan modal.

Perjalanannya Sampai Jadi “Dokter perbankan”

Mochtar mengawali karirnya dari Direktur Bank Kemakmuran yang gabisa baca balance sheet sampai dijuluki Dokter Perbankan karena berhasil menyelamatkan bank-bank bermasalah yakni Bank Kemakmuran, lalu Bank Buanadari krisis 1965. Sampai di tahun 1975, bergabung dengan BCA dan jadi kepercayaan Liem Sioe Liong, salah satu konglomerat terdekat keluarga Soeharto.

Keberhasilannya membangun BCA membuat Mochtar memiliki 17,5% saham dan jadi orang kepercayaan Liem Sioe Liong. Mochtar juga berhasil menaikan aset bank BCA dari Rp 12,8 miliar saat awal masuk jadi di atas Rp5 triliun saat ia keluar.

Rahasia Sukses Karir Mochtar Riady

Mochtar punya filosofi tersendiri dalam ngembangin sebuah bank yang ia sebut Lie Yi Lian Dje. Lie artinya ramah, Yi punya karakter yang baik, Lian adalah kejujuran dan Dje artinya punya rasa malu.

Walaupun usianya hampir seabad, Mochtar masih banyak beraktivitas, ingatannya kuat dan komunikasinya juga masih lancar. Banyak dari pengalaman, filosofi hidup, tantangan, peluang dalam buku otobiografinya yang berjudul Manusia Ide.

Kesederhanaan Sang Konglomerat

Dibalik kekayaannya yang melimpah, Mochtar sampai saat ini masih pakai handuk bolong di rumahnya, beli sepatu diskon kalau ke Matahari bahkan masih suka ke pasar menurut info dari sang cucu, Hendry Riady.Mochtar juga sangat menghindari pemborosan, kayak gak mau ganti mobil selama yang biasa dipakai gak ada masalah.

Jadi yang membuat seorang Mochtar Riady semakin kaya, bukan hanya tentang seberapa banyak uang yang bisa ia hasilkan tapi bagaimana ia bisa konsisten hidup sederhana meskipun sudah kaya raya.

Cikal Bakal Lahirnya Lippo Group

Lippo Group bermula ketika Mochtar membeli sebagian saham di Bank perniagaan Indonesia milik Haji Hasyim Ningpada 1981. Kemudian tahun 1987 bank ini merger dengan Bank Umum Asia dan lahirlah Lippobank.

Saat ini ada lebih dari 50 anak perusahaan di bawah Lippo Group dengan lebih dari 50 ribu orang karyawan. Juga Lippon Group ini beroperasi di kawasan Asia Pasifik,terutama Hong Kong, Guangzhou, Fujian dan Shanghai.

Deretan Emiten Group Lippo yang terdaftar di BEI

  1. LPKR
  2. LPCK
  3. NOBU
  4. SILO
  5. LPGI
  6. LPIN
  7. LPLI
  8. LPPF
  9. LPPS
  10. MLPL
  11. MLPT
  12. KBLV
  13. MPPA
  14. LINK
  15. MFMI

“Kunci kesuksesan dalam hidup adalah kerja keras,hemat dan jujur.Jika itu kita pegang teguh, masa depan hidup kita cerah.” 

  • Mochtar Riady

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mulai obrolan
Layanan konsumen
Hallo, Ada yang bisa kami bantu